Secangkir Kopi Tubruk Hangat

Kepada Secangkir Kopi Tubruk Hangat

Selamat sore untukmu.
Semoga hari ini juga sehangat kebulan uapmu yang menggebu.

Aku pastikan sudah banyak cerita yang kau dengar sampai sore ini. Cerita tentang tetangga yang berisik, anak yang tumbuh berkembang, cinta yang bersemi, sahabat yang terkena masalah atau hati yang sedang patah.

Cerita dariku pun tak terlewat olehmu. Tentang gelisah yang tak kunjung reda, rencana yang tak ada habisnya, atau sebatas cerita bahagia sesederhana menatap matahari sore.

Aku jadi ingin bertanya. Apakah kau mulai bosan mendengar ratusan bahkan ribuan kisah di luar sana? Atau kau malah jadi ingin mengikuti alurnya sampai selesai? Seperti sedang mengikuti drama seri atau sinema elektronik di televisi lokal saja. Hehe~

Aku juga jadi ingin mengatakan sesuatu. Sebenarnya aku sudah lama mengidolakan aroma dan rasamu. Satu hari tanpa kehadiranmu, seperti ada yang mengganjal di perasaanku. Mungkin mereka yang kau selalu dengarkan ceritanya hanya sebatas penikmat hangat-hangat kuku ayam.

Berbeda denganku. Kau dan kehangatanmu menjadi pembuka/penutup di setiap hariku. Minimal aku pasti menyesapmu satu cangkir sehari. Yah, walaupun kadang absen, tapi keabsenanku tidak mengurangi kekagumanku padamu. Pada aroma dan rasa pahitmu.

Baiklah kalau begitu ijinkan aku menawarkan sesuatu.
Jika suatu hari nanti, mereka berhenti memperdengarkan cerita yang membuat kau selalu penasaran, ingatlah aku. Aku akan selalu menyediakan waktuku untukmu. Untuk memperdengarkan cerita tentangku di hari itu. Atau tentangku di hari yang kemarin. Siapa tahu kau melewatkannya. Atau kau ingin bercerita tentang cerita yang sudah kau dengar? Hehe~

Anytime lho~

 

Yang senang menikmatimu secangkirmu.

Kupu-kupu di spasi perut

Selamat malam, Pac.

Semoga kesehatanmu sudah kembali akur denganmu.

Memoriku tentangmu bisa mengungkap berbagai macam emosi yang ada dalam satu jiwaku. Dari kesal sampai menyesal, dari senang sampai melayang, dari hipotensi sampai hipertensi. Semua menjadi satu dan tercampur dengan sempurna bak adonan kue bolu.

Pac,
Kamu pasti bingung kenapa aku tiba-tiba nulis surat untuk kamu malam ini. Biasanya aku menulis surat untuk kamu itu di pagi hari, di saat kamu mengingatku pertama kali, di saat yang sama denganku mengingatmu pertama kali.

Pac,
Aku pun bingung kenapa aku tiba-tiba nulis surat untuk kamu malam ini. Mungkin karena topik di twitter yang mengingatkanku tentangmu. Atau mungkin karena playlist yang cukup sendu dan mendayu di radioku. Atau mungkin Tuhan sedang mengajak jariku menari di atas tuts kibor leptopku.

Pac,
Ah. Akhirnya aku ingat alasanku menulis surat padamu malam ini. Aku ingin bilang kalau bagian memori yang membahagiakan tentangmu sedang hadir malam ini. Memori yang menghadirkan kupu-kupu di spasi perutku. Kapasitasnya sih diharapkan bisa membayar kekesalan yang tersimpan di kepalaku selama ini. Sekali lagi. Diharapkan. Tapi sayangnya, ternyata masih belum cukup menghapus kesalku. Jadi jangan salahkan aku kalau besok-besok aku sedikit ketus padamu.

Pac,
Sekarang kamu sudah tidak bingung lagi dong ya. Aku sudah mengeluarkan uneg-unegku dengan (cukup) jujur. Aku cuma mau menambahkan; jangan gampang sakit, jaga kesehatan, jaga kondisi mental, jangan gampang runtuh. Walaupun aku sedang kesal, kamu tenang saja. Doaku tetap kuluncurkan dari hati. Makanya jangan sering-sering membuatku kesal. Soalnya aku bukan dewi atau malaikat yang punya hati pemaaf. Jadi aku bukan makhluk sempurna.

Segitu saja kok Pac. Aku capek kesal lama-lama. Apalagi kesal sama kamu. Kaya ngga ada kegiatan yang lebih produktif aja.

Selamat tidur, Pac.

Tentang sendiri

Kepada Kesendirian.

Ada 6 milyar manusia di muka bumi dan kau masih saja senang berbisik pada mereka untuk menyendiri.

Kau masih saja senang membangunkan mereka di tengah malam, hanya untuk menyadarkan bahwa mereka seorang diri. Kau masih saja menyorotkan sinar matahari yang terik di siang hari, hanya untuk membuat mereka merasa sepi sendiri. Kau masih saja menyembunyikan cahaya bulan di malam hari, hanya untuk membuat mereka merasa tak dianggap.

Kau, dengan keahlianmu, mengajak seseorang untuk tenggelam dalam kesedihannya. Kau, dengan kemanisanmu, menarik seseorang untuk kembali ke masa lalu. Kau, dengan kepintaranmu, membujuk seseorang untuk membenci hidupnya.

Kau pun sering hinggap di keseharianku. Aku, yang masih belajar untuk tegar, menjadi sangat mudah untuk mengikuti alur drama yang kau sediakan. Sungguh, aku sering bingung apakah aku harus berterimakasih atau harus kesal padamu.

Kau sering menatapku dari kejauhan, hanya untuk memantau kapan saat yang tepat untuk menggerogoti perasaanku. Aku, yang masih belajar untuk tegap, harus bersusah payah untuk menolak rayuan gombal darimu. Sungguh, aku semakin bingung apakah aku harus bersyukur atau merutuk atas kehadiranmu.

Saat aku menulis surat ini, kau pun turut campur dalam memberikan kata-kata supaya lebih indah. Kau juga mulai melancarkan serangan memori di dalam kepalaku. Tentang kebiasaanku menyendiri, tentang keinginanku untuk menyendiri, tentang aku dan kesendirianku.

Aku tahu, kalau kau akan selalu ada untukku. Entah itu untuk kebaikan atau ketidakbaikan, tak mengapa. Oleh sebab itu, sebelum kau beranjak menghilang lagi, aku ingin mengucapkan sesuatu : Terimakasih sudah membiarkan aku merasakan sendiri di saat aku tak ingin sendiri. Dan terimakasih sudah membiarkan aku merasakan tak sendiri di kala aku ingin sendiri. Asal kau tahu saja, aku terkadang benci denganmu. Tapi aku tak mau membencimu berlebihan. Nanti aku malah jadi cinta padamu.

Semoga kau tak pernah bosan denganku~

Sudah bulan kelima, Sayang

Kepada pria di ujung sana.

Sudah bulan kelima. Semenjak perkenalan pertama olehmu. Dan dibalas olehku. Semenjak telepon pertama olehmu. Lalu diteruskan olehku. Semenjak percakapan pertama olehmu. Lalu dilanjutkan olehku. Semenjak kau menaruh perasaanmu. Lalu tak terbalaskan olehku.

Sudah bulan kelima. Semenjak keadaan yang akhirnya membuat kau harus terpisah dari keseharianmu. Keadaan yang membuat kau semakin membutuhkan kehadiran seorang aku. Keadaan yang membuat aku semakin sering menyebut namamu dalam doa-doaku. Keadaan yang membuat sepasang manusia harus bertahan demi satu sama lain.

Sudah bulan kelima. Semenjak kali pertama kau dan aku bertemu dengan cara yang ironis. Semenjak pertemuan kedua, ketiga dan keempat yang tak kalah ironis. Semenjak permohonan ijinmu untuk menjadi seorang pria kedua dalam hidupku (setelah Papa tentunya). Semenjak permohonan ijinmu untuk menggenggam tangan serta mencium/memelukku. Semenjak aku memberikan ijin untukmu. Ijin untuk kau merawat hati dan perasaanku. Ijin untuk tidak mengecewakanku sampai kapanpun.

Sudah bulan kelima, Sayang. Semenjak kali terakhir aku memandang mata indahmu. Semenjak kali terakhir kau menatap aku dengan penuh perasaan. Semenjak kali terakhir aku enggan meninggalkanmu untuk yang kesekian kalinya. Semenjak kau enggan melepaskan genggaman tanganmu di tanganku. Semenjak ucapan berpisah yang terakhir.

Sudah bulan kelima. Aku menahan rindu terhadapmu. Dan kau pun berulang kali mengucap rindu padaku. Setiap kala itu, aku semakin sadar, kalau satu kata rindu bisa mematahkan hati. Aku semakin menyadari bahwa sebongkah rindu yang berbalas bisa menorehkan kesedihan yang mendalam.

Sudah bulan kelima, Sayang. Maafkan aku. Tapi aku harus jujur kepada pria yang akan menjadi teman sepanjang hidupku nanti.

Aku sudah mulai lelah. Lelah dalam penantian yang rasanya tak berujung ini. Sedari awal aku dilahirkan, Tuhan sepertinya mengutukku dengan yang namanya menunggu. Aku sangat tidak suka dengan pekerjaan menunggu. Menurutku, itu adalah pekerjaan yang paling melelahkan di dunia. Semakin aku tidak suka, semakin aku didekatkan dengan pekerjaan yang satu ini.

Sudah bulan kelima. Tapi toh aku tak bisa melakukan apapun selain menunggu. Kau juga sedang melakukannya. Jadi tak ada jalan lain selain teruskan dan panjangkan sabar. Seperti yang makhluk di Bumi ini tahu, semua akan indah pada waktunya.

Kau selalu bilang : Sabar ya Sayang. Biasanya aku hanya menjawab : Iya. Namun kali ini aku akan menjawab : Aku coba ya Sayang.

Yang (mencoba) selalu sabar
Wanitamu.

Beautiful Gary-ssi

To Mr. Sudden Commander, Kang Heegun (Gary).

안녕하세요, 강개리 오빠~

The first time I saw you, you were one of those no-too-good-looking guy in my eyes.
The first time I saw you, you were kind of the neighborhood guy to me.
That was only the first time.

Week after week, I get more chances to know you a bit deeper. Week after week, you show me the real version of yourself. Week after week, your image is slowly changed in my mind. And my heart. That, after weeks has passed.

Years has passed. First year I knew you was on 2012. You haven’t changed a lot since then. You are still the same person I knew before. The humble one, the cheeky one, the unfunny but laughable one, the cute one. And the loving-able one. Slowly, I fall for your act. I fall for your smile. I fall for your gimmick. I fall for your gentle heart. I fall for your way in treating a woman. I fall for your everything in a very slow mode. That, after years has passed.

Maybe you will never recognize me as one of those girls who sees you in a different way. Or maybe you have seen me liking your instagram posts only in a glance, among those 2,1 million followers.

Nevertheless, I would still be grateful if you really did see me among those people.

One day, if I had a chance to have face-to-face moment with you and you offered me one chance to say anything to you, I would love to say : Thank you, for had been born into the world, then worked hard to be one of those superstar, then been seen by me, then made me fall into you only by your gentle and caring heart.

Even better, one day, if I had a chance to make you believe that I am the one you need for the rest of your life. If only that day would come into my life, if only that would come true, I would support you even more than I ever did when I was only your fans. I would accompany you through ups and downs, through better and worse, through health and sickness, until the end. I would be your very best fans. I would be your best discussing friend, your best house manager, your best chef, your best in everything you wish for.

I will try my hardest to be your best partner in life. I won’t promise anything but I will prove that I can. That, only when God give a chance for me to be involved in your life.

At last, I want to say thank you for inspiring me to see someone into the depth of heart. You showed me that a beautiful heart can transform not-so-good look into the most pleasant face I always want to see.

사랑함니다, 강개리 오빠 :’)

From : Your most loyal Indonesian girl fans, Dina-ssi.

For the information, he is one of the Running Man member. Running Man is one of the famous Korean variety show. And I’m a proud fans of it. Ehehe😀😀

Sebatas bertanya

Kepada bosan yang sering menghampiriku.

Kapan kau akan beranjak pergi dari pandanganku?

Kepada lelah yang menggerogotiku.

Kapan kau akan bosan denganku?

Kepada benang kusut di kepala.

Kapan kau berubah bentuk menjadi jelas?

Kepada kesal yang menghantuiku.

Kapan kau akan berhenti menjadi hantu?

Kepada pasrah yang tak lelah.

Kapan kau akan melebur dan menghilang?

Kepada hampa yang tak berujung?

Kapan kau akan berubah menjadi harap?

Kepada cinta di ujung sana?

Kapan kau akan hadir di hadapku?

Kepada hati yang merindu?

Kapan kau akan sembuh terobati?

Kepada doa yang terucap?

Kapan kau akan berubah menjadi nyata?

Dari makhluk mortal yang tak pernah sempurna

Kepada …

Kepada jarak yang membentang

Kepada keadaan yang mendera

Kepada Takdir sepasang manusia

Kepada rindu yang melanda

Kepada hati yang merenda

Kepada mimpi yang tertunda

Kepada doa yang terucap

Aku yang hanya seorang manusia dengan ketidaksempurnaannya mencoba bertahan dengan segala keadaan.

Dia yang hanya seorang manusia dengan ketidaksempurnaannya mencoba menjalani segala ujian.

Sepasang manusia yang tak henti saling mendoakan untuk akhirnya nanti bisa bertemu kembali.

Sepasang manusia yang tak henti saling merindukan untuk akhirnya nanti bisa bertatap muka satu sama lain.

Sepasang manusia yang tak henti saling memperjuangkan untuk akhirnya nanti bisa meraih kebersamaan sepanjang hidup.

Sepasang manusia yang tak pernah bisa menjadi sempurna untuk satu sama lain.

Namun mencoba untuk saling membahagiakan satu sama lain.

Perjuangan mereka belum selesai. Mimpi mereka belum menjadi nyata. Hati mereka belum menjadi satu. Tapi harapan mereka pasti akan berujung.

Kepada hati yang dijaga dalam kurungan.
Meskipun sempat berulang kali jatuh terhempas dan patah.
Meskipun sempat berulang kali jenuh dan lelah.
Dengan susah payah, berusaha bangkit dan menegak kembali.
Tinggal sedikit lagi. Tinggal sebentar lagi.
Berulang kali sudah kata-kata itu dilafalkan.
Tapi apalah daya sebentuk hati.
Yang hanya mampu menerima keadaan dan menjalankannya.

Kepada hati yang dijaga dalam setia.
Jika memang ingin menumpahkan amarah
Jika memang ingin menumpahkan air mata
Lakukan saja, agar ruang sedikit melega.
Setelah itu, kembalilah berjuang di tengah gelombang keadaan.

2PM : First concert attended in 2015

another young boys. another idol. another concert. and i fell in love with them again and again. just like one of their song.

they are 2PM.

Kali ini gue kebablasan lagi. kebablasan dalam hal nonton konser lagi. ya gimana engga, awalnya gue udah meneguhkan hati untuk ngga nonton konser mereka. gue udah memutuskan untuk menunda sampai tahun berikutnya. selain karena gue males, niat pun ngga sebesar nonton EXO tahun lalu.

tapi apalah daya gue yang hanya sebuah makhluk ciptaanNya, mau sok-sokan menentukan nonton atau ngga.

ternyata Tuhan menentukan yang sebaliknya. *sigh*

Gue mau cerita tentang momen gue membeli tiket dulu.

Seperti yang udah gue bilang, gue udah memutuskan untuk tidak nonton konser 2PM tahun ini. secara mereka seharusnya dateng pas tahun lalu bulan desember namun karena satu dan lain hal, harus mengalami pengunduran waktu sampai awal tahun 2015. tepatnya bulan maret.

minggu ke-3 bulan yang sama, temen kost tiba-tiba ngajak kulineran ke Jakarta. padahal akhir minggu itu gue udah berencana ngga kemana-mana alias hibernasi. alhasil terseretlah gue untuk ikutan.

entah si temen dibisikin siapa, lokasi kulineran itu berdekatan dengan tempat dimana si tiket konser bisa dibeli secara offline. YATUHAAAAAAAAAN jawaban keputusan gue kenapa jadi begini deeeh?

gue pun langsung ngamuk ke temen kost gue, karena segitu pasnya momen dia ngajak gue untuk bepergian. pas gue udah memutuskan untuk ngga nonton, dan pas juga gue diajak ke daerah tempat beli tiket konsernya. garuk-garuk kepala berkepanjangan lah gue~

singkat cerita, kita bertiga pun selesai kulineran. dan gue langsung digeret ke mall dimana ada counter tempat beli tiket konser tersebut. damn~ sia-sia sudah keteguhan hati gue. di situ gue bener-bener ngga ada persiapan apapun. sesampainya di toko, gue langsung bertanya ke si mba pramuniaga,

Gue : “Mba, kalo mau beli tiket konser, boleh pake kartu debit?”
Mba : “Oh maaf mba, hanya bisa pake cash”

Di situ, gue mulai merasa bete. bete karena gue harus meluncur ke mesin ATM yang jaraknya beberapa lantai dari si toko. URGH~~~. setelah kembali lagi ke toko, gue pun menyerahkan sejumlah uang yang dibutuhkan ke si mba. namun,

Mba : “Mba. ada fotokopi KTPnya ngga?”. DUH MATIK.
Gue : “Wah ngga ada mba. Ini saya ngga ada niatan beli jadinya ngga ada persiapan apa-apa. Kalo pake punya temen saya yg ada gimana?”
Mba : “Boleh aja, nanti pas penukaran voucher si empunya KTP harus ada ya..”

GAAAAAAAAAAAH~ pengen ngejambak rambut gajah rasanya biar tuh gajah ngamuk trus ngeberantakin toko si mba.

Gue : “Di sini tukang fotokopi jauh ya mba?”
Mba : “Ada sih di sebelah ruko gramedia di belakang. Lumayan juga”

Bendera putih.

Gue : “Yaudah lah mba, ngga jadi aja beli tiketnya.”
Mba : “Oke ngga papa kok.”

Gile. gue beneran bete dan males abis. kek gini nih yang namanya impulsif kelas kakap. ngga pake mikir ngga pake diem dulu. si temen pun ikutan bete karena tau gue harus ngasih ina inu ina inu segala. gue menyerah dan memutuskan untuk pulang. keputusan gue untuk absen nonton pun kembali ke permukaan. si temen yang malah semangat biar gue nonton. LAH??

kata dia, mumpung udah sampe di sini, mending kita cari tempat fotokopian biar itu si mba nya juga puas ngerjain gue. NGAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA -_______-

sebenernya gue juga salah sih karena emang ga ada persiapan untuk punya fotokopi KTP nangkring di dompet untuk jaga-jaga. alhasil kita bertiga nyari tempat fotokopi yang dibilang si mba. temen gue nyerah untuk nemenin balik lagi ke counternya dan dia mau nunggu di resto deket mall aja. gue pun meluncur sendirian kembali ke counter untuk ngadepin si mba-mba itu lagi. sesampainya di toko,

Gue : *menyerahkan uang dan fotokopi KTP*
Mba : *senyum manis* “KTPnya cuman satu ya mba?”
Gue : *melongo* “emangnya butuh berapa banyak ya?”
Mba : “Dua buah cukup kok mba, buat prosedur admin..”
Gue : *dengan muka dongkol ngeluarin fotokopi satunya* “Untung saya fotokopi dua kali, mba”

Suara gue udah ngga pake nada. lempeng beneeeer.

Singkat cerita, voucher udah di tangan beserta FOTOKOPI KTP yang tadi diminta sama si mbanya. WAT DEFAK!

Begitulah cerita proses pembelian tiket konser 2PM yang sungguh panjang bagai ular naga. sekarang kita beralih ke D-DAY nya. YAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAYYY~

Hari itu gue selow pisan. selow berangkat dari rumah, selow sampe ke venue jam 3 sore. masih makan bekel dulu, masih minum-minum dulu, masih duduk-duduk dulu. pensnya yang laen mah udah berdiri di depan pintu masuk panas-panasan dari jam entahlah itu. sadaaaaap lah kalian pens sejati. da gue mah apah atuh~

gue join ngantri dari jam 4 kurang. pintu masuk dibuka sekitar jam 5 lewat. yaaah satu jam lebih lah gue berdiri ikut antri. gue pun masuk ke venue sekitar jam 6. acara dimulai jam 6.30 teng. well, a good time schedule. hanya saja pintu untuk masuk venue masih acak-acakan. 3 kelas digabung di satu pintu. susah juga sih karena tempatnya berdekatan. anyway, gue deg-degan pas masuk ke venue. thank God gue dapet posisi yang lumayan untuk dapet gambar anak-anak unyu berenam itu secara maksimal. wuhuw~

Pas gue duduk, teriakan fans manggil 2PM pun udah menggema. Konser pun dimulai. GAAAAHH OPENING STAGENYA LAGI-LAGI BIKIN GUE MANGAAAAAP SELEBAR-LEBARNYA. oke plis jangan lebay dulu. sepanjang konser, muka gue sepertinya melebar selebar jalan tol dalam kota jakarta. sumringaaaaaaaaaaah. gimana engga. 6 manusia tampan dan gagah yang mulai beranjak dewasa di atas panggung malam itu bikin gue tersenyum tanpa henti dengan semua nyanyian dan gerakan tubuh mereka. Yassalaaaaam kenapa mereka enerhik sekali sih, padahal udah keringetan mbleber kemana-mana, pake jas pulak, pake jaket jugak. Dan senyuman yang ga pernah lepas dari muka mereka berenam. Salut to the maks.

Coba gue jabarkan satu per satu deh.
Jun.K : si kakak paling tua di grup dengan wajah yang makin ke sini makin hot aja. sorot mata maut, suara ajib, gerakan tubuh aduhai maaak.

Junho : si makhluk paling sederhana yang ada di grup. suara maut, senyuman menggetarkan, sorot mata juga ngga kalah maut, pesona yang ngga ada habisnya. apalgi kalo udah pake akrobat. matik lah.

Wooyoung : si makhluk paling kiyut di grup versi gue. awalnya gue ga terlalu suka sama dia, tapi makin ke sini, wajah doi makin kaya anak kecil yang pengen dicubiiiiit sampe berbekas. lucuk. gayanya yang petakilan, senyumnya unyu, suara juga ajib, pokoknya manis bergula-gula lah. bisa diabetes kalo liat dia.

Nichkhun : satu lagi yang unyu ngga ada habisnya. dari dulu udah gue lirik ni satu makhluk. kenapa?sederhana. wajah asianya itu loh yang bikin geregetan pengen nabok sayang. senyum paling unyu yang pernah gue liat, ngerap juga keren, keramahan yang tiada hentinya. haduuuuh cobak semua orang Thailand seramah dia~

Taecyeon : ini makhluk paling jahil dan berisik di grup. kalo yang satu petakilan, yang ini berisik. celetukan tiada henti, mungkin karena doi jadi rapper utama di grup juga. bodi yang lakik abis, itu trademark doi. suka ngelakuin hal yang aneh-aneh, tapi tetep aja bikin cewe-cewe teriak.

Chansung : ini adik paling kecil di grup. tapi justru berbadan paling bongsor di grup. suara lembut, wajah manis yang kadang agak ble’e, jago bahasa Indo dan otomatis paling sering diteriakin para perempuan. doooohh semuanya sudah beranjak dewasa, dari tampang sederhana dan polos jadi laki-laki yang mature dan bisa digelendotin *modus*

Dari 26 lagu yang dinyanyikan, cuman 1 lagu yang belom pernah gue denger. sisanya? karokean bersama sang bintang langsung dooooong. dari lagu mereka yang terbaru di album Go Crazy sampek lagu hit pertama mereka dibawakan di atas panggung. FYI, ini konser 2PM yang kesekian kalinya, tapi masih aja si Taec ngeluh kepanasan. Harus berapa kali dia dateng ke sini supaya ngga ngeluh kepanasan lagi deeeeh. mau nyombong dikit ah. jadi pas lagu Game Over sama Farewell Trip, di sekitar gue ngga kedengeran suara ikutan nyanyi dan yang kedengeran cuman suara gue doang dong yang nyanyi. NGIHIHIHIHIHI~

Oh kali ini 2PM ngga hanya nyanyi “satu dua tiga sayang semuanya” seperti di konser-konser sebelumnya. mereka juga nyanyi lagu RAN “dekat di hati” DENGAN LANCAR JAYA SENTOSA. walopun yang fasih cuman wooyoung dan chansung, dilengkapi dengan adlib dari jun-k dan taec *jitak*. yaolooooo apangga makin dicinta sama Hottest di Indonesia cobaaaa.

mereka janji bakal dateng lagi VERY SOON dan mereka juga bakal nagih janji yang dateng konser kali ini wajib dateng lagi di konser berikutnya. siyaplah saya mah ehehehe~ nanti nyanyikan lagu Indonesia lagi yaaaa kaliaaaan :3

Belom kok belom kelar nulisnya. Sekedar informasi, aku belom bisa move on dari konser 2PM Go Crazy 1 minggu yang lalu. Masih terbayang dengan jelas semua kelakar dan kelakuan bocah mereka di atas panggung. Masih terbayang dengan jelas semua kegilaan mereka. Semua fan service mereka. Semua gerak tari mereka. Semua momen dugem pas Earth Hour karena mereka. Pokoknya semuanya. Hafuh~

Mari kita mengenang kembali konser 2PM GO CRAZY di Jakarta lagi yuk~

CRAZY HEAD OVER HEELS (which is unallowed)

They are only youngsters. They are only little boys. They are only 20s age. And they can capture my heart like a big net.

They are EXO.

Aku mulai mengenal EXO dari Roommate. Seperti benang merah yang berkaitan, Roommate memperkenalkan aku dengan salah satu anggota EXO, Chanyeol si rapper unyu nan manis rupawan. HAHAHAHAHAHA BODOK. tapi beneran dia manis udah gitu sopaaaaan dan seruuuuw :3

Dari Roommate, aku mulai sok-sok liat-liat video klip EXO. Cuman beberapa aja padahal, ga sebanyak Shinhwa yang udah jauh lebih senior. Setelah diobok-obok, EXO itu baru debut di tahun 2011. PANTESAAAAAAAN belom banyak berita menggelora di tahun lalu (2012 ato 2013).

Dari sok-sok liat-liat itu, aku mulai penasaran, siapa aja mereka, umur berapa aja mereka, dan bla bla yang lainnya. Mamam. Lalu ga pake lama, aku langsung sok-sok menghapal beberapa lagu andalan mereka. Iya, sok-sok lagi. Ga pake lama juga, aku pun hapal 11 nama anggota lain setelah hapal Chanyeol. IDIH~ ampundeh.

Dan aku pun ga merasa telat tahu info tentang mereka karena tahun debut yg masih sangat baru. Baru 3 tahun cuy~ dan aku makin jatuh hati sama lagu-lagu bervideo klip mereka.

Memang yang namanya jodoh ngga kemana. EXO pun ngadain konser di Jakarta tahun 2014. Yes, this year. On September. Sebagai fans baru mereka yang merasa masih sangat awam dan ga tau apa-apa, aku tadinya udah keukeuh ngga mau nonton mereka secara live dan close-up. TAPI EMANG KACRUT AKUNYA HAHAHAHAHA. Impulsif itu memang berbahaya. Pas tiket online Running Man di bulan oktober dibuka, tiket EXO untuk september MASIH ADA MAMAAAAKK HAHAHAHAHHAHA.

Akhirnya aku beli dongyaaaaaaaaa~ *keplak diri sendiri*

Hari yang kutunggu pun tiba. Mereka pun akhirnya datang ke pelukanku *halah*

Malam minggu saat mereka datang pun terasa seperti didatangi pacar yang udah lama ga pulang-pulang dari rantau LDR-an. *HALAAAAAAAAAAAH*

Hari itu aku sangat selow. Sangat low expectation. Iya, karena tiket yang kubeli cuman di row paling akhir sebelum kelas festival. Tapi yang penting aku bisa live karaoke sama si adek-adek gemes itu. IHIHIHI.

Jam 4.30 aku tiba di lokasi. FYI, konser dimulai jam 6.30. Guess what? ANTRIAN UDAH MENGULAR AMPE 4 KILOMETER (sepertinya). Yoi bro, aku bergabung dengan ababil abege cabe-cabean itu yang rata-rata punya tato nama anggota EXO di pipi ato jidat dan pake atribut poster-poster ato bando-bandoan di kepalanya plus pake kaos-kaos yang udah dari kapan dibeli dan ga dicuci demi dipake pas EXO konser. Mahahahahak iya deh aku lebay.

Antrian panjang itu pun kulalui dengan sukses pake acara pegel-pegel dikit. Dikit doang kok belom lama banget kok. Sampelah aku di posisi tiketku berada. STANDING PARTY BEIBEH. 3 jam ke depan aku bakalan berdiri terooooos. Suwer.

Jam 6.30 persis, EXO yang udah diteriakin suruh keluar sama fans-fansnya dari tadi, akhirnya nongol. OPENING CONCERTNYA SUMPAH MAMPUS KEREN ABIS AKU KALI INI NGGA LEBAY. Oke, kepslok nya yang lebay. Lagu yang mereka bawain semuanya udah pernah kudenger dan hampir semuanya kuikutin karokean. Ih senangnyaaa akuuu sebagai nuna baru nya mereka. Dan aslik yang ini ga lebay, mereka bersebelas CAKEP SEMOAH MAAAAAAAK. Dari leadernya Suho, main vocalnya Baekhyun sama Kyungsoo (D.O), main rappernya Chanyeol (IH INI ADEKNYA AKOH BANGEEETTT), duo rapper maknae nya nan unyu Kai dan Sehun.

Itu tadi baru kru dari EXO-K alias yang korea punya. Ada lagi EXO-M alias yang China punya. Mereka juga subhanallah puji Tuhan cakep bersih menggelora rupawan banget. Ada main vocalnya Chen sama Luhan, line vocal lainnya Lay sama Xiumin, plus rapper maknae nya Tao.

Sebenarnya, EXO-M punya leader yang aslik cakep jugak. Namanya Kris. Doi udah keluar secara sepihak dari SM ENT karena ga suka sama cara manajemennya. Alhasil pas dateng ke Jakarta kemarin, dia ngga ikutan. Aku dan fans-fans lainnya pun sedih. Sedih karena doi ngga bisa ikutan liat EXO-L (nama fans EXO) dateng ngedukung mereka dari bawah panggung. Duh Dek Kris :(

Sepanjang konser EXO, langit malam mulai menunjukkan tanda-tanda mendung. Yes, it was going to be rain, so hard. Tapi bok, EXO-L ga bergeming sama sekali demi bisa terus liat keseruan EXO di atas panggung. And yes, they really entertained us until the end. Bahkan waktu hujan deras turun berderai di tengah konser. I did feel sorry for the boys. Itulah salah satu konsekuensi panggung outdoor buat konser. Apalagi konser di negara tropis. But still, I thanked the boys for keep going to give the best out of them.

And that made me loved them more and more.

Jam 8.30. Hujan sudah mulai mereda semenjak jam 8 terus mengguyur Lapangan D Senayan. EXO pun menutup konser malam itu dengan lagu hits barunya. Kami, EXO-L, masih tetap berdiri menunggu encore mereka yang terakhir sekali. WE WERE RIGHT. Mereka kembali keluar dengan 3 lagu (yang benar-benar) terakhir, Wolf – Growl – Lucky. We knew we had to say goodbye, but we also knew we will be remained in the boys’ hearts.

Semoga mereka bisa ingat konser tahun itu di Jakarta dengan hujan mengguyur sepanjang konser. Semoga mereka bisa ingat konser tahun itu di Jakarta dengan rapper maknae nya Sehun ngalamin sedikit kecelakaan di jempol kakinya pas rehearsal dan kembali ke Seoul berbekal sendal jepit swallow ijo nan unyu. Semoga mereka bisa ingat konser tahun itu di Jakarta dengan sehari setelah konser mereka bakal ngerayain Chuseok bareng keluarga di rumah masing-masing. Semoga mereka bisa ingat konser tahun itu di Jakarta dengan anak kecil yang tiba-tiba naik ke atas panggung demi bisa “menyentuh” Sehun. SEMOGA YA TUHAN~

Dan semoga mereka mau kembali konser lagi ke kota ini dengan tubuh dan jiwa yang lebih sehat lagi supaya kami para EXO-L, bisa kembali menikmati dan mendukung mereka dengan sepenuh hati sambil karokean bareng.

Belom kok belom kelar nulisnya. Sekedar informasi, aku belom bisa move on dari konser The Lost Planet EXO dua minggu yang lalu. Masih terbayang dengan jelas semua kelakar dan kelakuan bocah mereka di atas panggung. Masih terbayang dengan jelas semua kegilaan mereka. Semua fan service mereka. Semua gerak tari mereka. Pokoknya semuanya. Hafuh~

Mari kita mengenang konser The Lost Planet EXO in Jakarta lagi yuk.

Roommate SBS : How to see from the other side.

aku sudah lama mengikuti beberapa variety show dari Korea. awal tahun 2013 harddisk eksternalku sudah dipenuhi semua episode Running Man dari awal sampai terupdate. thanks to Raka, adik kelasku yang juga punya hobi sama. Nongkrongin Korean show baik drama atopun dkk dll nya. hahahahahaha.

Selain Running Man, aku pernah (sekilas) mengikuti Barefooted Friends (dihentikan secara ngga enak), We Got Married (hanya beberapa pasangan), Infinity Challenge (cuman sekali-kali), X-Man (jaman kakek nenek gue masih muda dan cuman dikit), Shinhwa Broadcast (hampir kolaps juga yg satu ini), The Return of Superman (kalo yang ini hanya secuplik-secuplik), dan masih ada ribuan show lainnya yang ngga sanggup diabsen satu persatu.

Cuma Running Man yang ngga pernah lupa aku absenkan setiap minggunya. Udah.

Lalu masuk ke bulan Juni tahun ini, muncul variety show yang baru. Jam tayang di hari yang sama dengan Running Man, cuman doi tayang duluan. Hari Minggu dan masuk ke deretan Good Sunday. Judulnya ROOMMATE. Dari judulnya kalo boleh dibilang kurang menarik. Alasannya sederhana, terlalu mudah ditebak. Pasti temanya soal tinggal rame-rame serumah ato sekamar. Simpel kan?

Tapi rasa penasaranku akhirnya menang. Aku coba memulai dari episode pertama. Ngga disangka, tema sederhana inilah yang bisa dibuat banyak subtema yang lainnya. Konsep dasar variety show ini malah bisa menarik perhatianku sebagai pecinta acara gegilaan macem Running Man.

Sebenarnya seperti apasih show Roommate ini?

Oke, jadi Roommate ini membuka kisah tentang kehidupan 11 manusia entertainer negeri Korea untuk hidup di bawah 1 atap rumah. Entertainer dari yang masih junior banget alias baru masuk ke dunia hiburan sampe ke seniornya yang udah ngga aktif lagi alias udah hilang dari dunia tersebut. A brilliant idea from the PD, I guess. Seperti mencoba membuat keseimbangan tapi sebenarnya (bisa terjadi) ada dominansi antara yang masih terkenal dibanding yang sudah menurun popularitasnya.

https://remembranceball.files.wordpress.com/2014/07/f3e7b-rrr.png

11 orang anggota Roommate : dari yang paling muda ke yang sepuh. Song Gayeon (martial art athlete), Seo Kangjun (rookie actor), Park Chanyeol (EXO rapper), Nana (Orange Caramel member), Park Minwoo (more senior than Kangjun), Park Bom (2NE1 member), Cho Seho (comedian), Hong Soohyun (actress), Lee Dongwook (handsome actor), Lee Sora (senior model), Shin Sungwoo (senior rocker).

Wow~ aku masih berdecak kagum dengan daftar kesebelasan di atas. Bener-bener kelompok paket lengkap. dari kpop-kdrama sampe atlit-model ada di dalam rumah itu. dan mereka bersebelas harus mampu saling mengerti dan memaklumi satu sama lain untuk beberapa bulan ato bahkan tahun. Gokilz~

Dari 11 orang itu, aku sudah sering melihat wajah-wajah cantik dan ganteng di layar kaca. Hong Soohyun dan Lee Dongwook cukup sudah merambah dunia drama Korea sampe wajah mereka menjadi sangat familiar. Park Bom dan Nana. Dua wajah cantik ini juga sering merambah layar kaca lewat dunia girlband. Sisanya? Malah bikin aku tertarik dengan 7 makhluk sisanya.

Artinya, variety show ini berhasil membuat aku jadi fans barunya.

~Cho Seho, sang komedian yang debut entah kapan tapi sampe sekarang gitu-gitu aja, menarik perhatianku dengan kelembutan hatinya.

https://i1.wp.com/static1.allkpop.com/upload/2014/07/af_org/Park-Bom-jo-se-ho_1404366074_af_org.jpg

~Park Minwoo dan Seo Kangjun, dua makhluk baru di dunia drama, menarik perhatianku dengan kedekatan dan saling menyayangi satu sama lainnya.

http://img3.wikia.nocookie.net/__cb20140430022236/drama/es/images/a/a3/Roommate_(SBS)4.jpg

~Song Gayeon, si atlit muda cantik yang ternyata punya hati rapuh, menarik perhatianku dengan cerita masa lalu dan kesepiannya.

https://i0.wp.com/www.noonafan.com/wp-content/uploads/2014/05/roommatesgayeon.jpg

~Chanyeol EXO, si rapper unyu dan manis yang ternyata sering muncul di depan kamera, menarik perhatianku dengan kesopanan dan keinginannya untuk berinteraksi dengan orang di sekitarnya.

~Shin Sungwoo seonbae, si rocker sepuh yang jagoan masak apapun, menarik perhatianku dengan kelemahlembutan dan rasa sayangnya terhadap semua orang di Roommate.

http://img.dramarecap.com/2014/03/31/nmtfxe

Ah mereka ini. Bisa deh bikin aku jadi makin meleleh dan suka~

Saat aku menulis post ini, Roommate udah menginjak episode 9. Bukan cuman tawa yang mereka bagi, cerita sedih, kesal, marah, curhat bahkan tangis pun mereka bagi ke penontonnya. Ke aku. Mungkin itu salah satu cara si PD Roommate untuk bikin ikatan khusus dengan penonton (yang nantinya jadi) setia kali ya~

Yah, semoga saja show yang ini bisa bikin aku juga bertahan sampe episode terakhirnya nanti (yang entah keberapa). Semoga kru dan PD Roommate selalu kreatif untuk bisa mempertahankan aku sebagai penontonnya sampai akhir. Semoga ~

Roommate … Fighting!

Carousel Of Memories

A Blog By Rahne Putri

Nauval Yazid & His Words.

Obviously written by the owner of the words, Nauval Yazid. Ask me how to pronounce the name.

Lembar Hidup

..you are reading what matters to me.

NoComplaintWeek

Project "NoComplaintWeek": 7 hari tidak mengeluh. Di sini tempat berbagi semua yang berpartisipasi :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 712 other followers