Menulis

Sebenernya postingan ini pernah dimasukkan ke blog lama. tapi karena ngga sempet dibek-ap alhasil hilanglah dia😦

Siapa bilang menulis itu mudah? Siapa juga yang bilang menulis itu susah? yah, kalo buat gue sih mudah (keplak). Ya kan kalo udah biasa, kayanya ngga bakal sesulit saat kita memulai menulis pertama kali.

Kenapa aku bisa bilang mudah? Karena aku udah sering menulis. ya ngga usah yang susah-susah. apa aja yang menurut kita bisa dijadikan tulisan, silakan ditulis.

Kenapa aku bisa sombuong bilang mudah? ya karena aku emang orangnya gitu. SONGONG! (tabok ke Rusia). ya maaf-maaf kalo para pembaca (tsaaah) tersinggung. terimalah saya apah adahnya yah. (ini kenapa jadi ajang narsisus gini deh? ya maap deh) (sungkem pembaca satu-satu) (HEAAAA~)

Okeh.

Menulis itu termasuk mudah kok. kenapa? karena menulis ngga selalu masuk ke dalam mata pelajaran yang diujiankan di UN (apeu~). lah coba aja dipikir (KAMPRET LU DIN). ya pokoknya cobak dipikir, kalo menulis dimasukkan ke mata pelajaran UN, ya semua anak sekolah pasti LULUS KALEE (naluri sok tau does exists) (apeuuu~)

Menulis itu mudah kok. kenapa? karena menulis itu hanya butuh beberapa bahan. 1 bongkah otak dan 1 pasang tangan. mau tangan sebelah kanan/kiri, terserah kita toh? mau otak kanan/kiri juga terserah kita toh? (ini APOSEEEE~)

1 bongkah otak yang terdiri dari memori perjalanan hidup kita. 1 pasang tangan untuk mengetik di keyboard atau menulis di atas kertas (tsaaaah) (tumben waras Din) (cuekin alter ego sampe 2020)

Menulis itu mudah kok. kenapa? (ah nanya mulu aaahh) karena menulis itu ngga harus melulu tentang hal serius. bisa aja tentang lawakan super duper gariung setiap harinya. garingnya boleh segaring tempe goreng yang sering dfijual sama abang-abang tukang gorengan. ato boleh juga segaring kerupuk udang yang ditaro di dalem toples katering bakal makan siang konferensi internasional (JADI INTINYA APA GEMBLUNG?? -___-)

Menulis itu mudah kok.Β  kenapa? (keplak!) karena menulis itu bisa dilakukan kapan aja dan dimana aja. dimana ada WC, di situlah kita bisa menulis (WEY SARAP!). menulis juga bisa dilakukan di saat-saat genting. Contoh : pas kita lagi ditodong perampok, bilang aja ke perampoknya, “Mas, mas. Saya minta ijin nulis bentar kalo saya sedang ditodong ya mas, boleh ya mas..”

(HEH! Yang ada elo malah langsung ditusuk pake piso karatan 25 gram WADUL!)

Menulis itu mudah kok. Beneran deh. coba aja kalo menulis alfabet dari huruf A sampe Z. gampang kan? (-_______-) (tendang aja gih ampe Bimasakti)

Yah. semua hal itu harus dimulai. kalo ngga dimulai, kapan bisa nyampe season 7 kaya Cinta Fitri sama Tersanjung? (ISHH~) (Karungin ke Arab bareng Onta)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

Jenny Jusuf

In Between...

aMrazing

How I Become Immortal

Carousel Of Memories

A Blog By Rahne Putri

Nauval Yazid & His Words.

Obviously written by the owner of the words, Nauval Yazid. Ask me how to pronounce the name.

Lembar Hidup

..you are reading what matters to me.

NoComplaintWeek

Project "NoComplaintWeek": 7 hari tidak mengeluh. Di sini tempat berbagi semua yang berpartisipasi :)

%d bloggers like this: