Kupu-kupu di spasi perut

Selamat malam, Pac.

Semoga kesehatanmu sudah kembali akur denganmu.

Memoriku tentangmu bisa mengungkap berbagai macam emosi yang ada dalam satu jiwaku. Dari kesal sampai menyesal, dari senang sampai melayang, dari hipotensi sampai hipertensi. Semua menjadi satu dan tercampur dengan sempurna bak adonan kue bolu.

Pac,
Kamu pasti bingung kenapa aku tiba-tiba nulis surat untuk kamu malam ini. Biasanya aku menulis surat untuk kamu itu di pagi hari, di saat kamu mengingatku pertama kali, di saat yang sama denganku mengingatmu pertama kali.

Pac,
Aku pun bingung kenapa aku tiba-tiba nulis surat untuk kamu malam ini. Mungkin karena topik di twitter yang mengingatkanku tentangmu. Atau mungkin karena playlist yang cukup sendu dan mendayu di radioku. Atau mungkin Tuhan sedang mengajak jariku menari di atas tuts kibor leptopku.

Pac,
Ah. Akhirnya aku ingat alasanku menulis surat padamu malam ini. Aku ingin bilang kalau bagian memori yang membahagiakan tentangmu sedang hadir malam ini. Memori yang menghadirkan kupu-kupu di spasi perutku. Kapasitasnya sih diharapkan bisa membayar kekesalan yang tersimpan di kepalaku selama ini. Sekali lagi. Diharapkan. Tapi sayangnya, ternyata masih belum cukup menghapus kesalku. Jadi jangan salahkan aku kalau besok-besok aku sedikit ketus padamu.

Pac,
Sekarang kamu sudah tidak bingung lagi dong ya. Aku sudah mengeluarkan uneg-unegku dengan (cukup) jujur. Aku cuma mau menambahkan; jangan gampang sakit, jaga kesehatan, jaga kondisi mental, jangan gampang runtuh. Walaupun aku sedang kesal, kamu tenang saja. Doaku tetap kuluncurkan dari hati. Makanya jangan sering-sering membuatku kesal. Soalnya aku bukan dewi atau malaikat yang punya hati pemaaf. Jadi aku bukan makhluk sempurna.

Segitu saja kok Pac. Aku capek kesal lama-lama. Apalagi kesal sama kamu. Kaya ngga ada kegiatan yang lebih produktif aja.

Selamat tidur, Pac.

Tagged:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

Jenny Jusuf

In Between...

aMrazing

How I Become Immortal

Carousel Of Memories

A Blog By Rahne Putri

Nauval Yazid & His Words.

Obviously written by the owner of the words, Nauval Yazid. Ask me how to pronounce the name.

Lembar Hidup

..you are reading what matters to me.

NoComplaintWeek

Project "NoComplaintWeek": 7 hari tidak mengeluh. Di sini tempat berbagi semua yang berpartisipasi :)

%d bloggers like this: