Hanya seorang pendoa

Kepada Hati yang (berulang kali) Patah.

Apa kabarmu kali ini?

Sudah lama rasanya aku tak menyapamu lewat tulisan sederhana. Bukan, aku bukannya lupa denganmu. Aku bahkan selalu mengingatmu. Aku selalu ingat supaya tidak lagi menyakitimu.

Kau masih ingat tidak kapan terakhir kali aku menyapamu? Hehe. Ternyata kau masih mengingatnya ya. Aku sendiri sudah lupa apa saja yang kutulis untukmu. Makanya aku menyelipkan link ini. Tenang saja, aku tidak sedang mengolokmu. Aku sedang mengingatkan diriku sendiri kok. Hehe.

Jadi apa kabarmu sekarang? Aku harap kau sudah membaik. Jauh lebih baik dari saat aku menyapamu 4 tahun yang lalu. Aku juga berharap semoga luka yang kau alami waktu itu sudah semakin sembuh. Bukan hanya sembuh, tapi juga tak berbekas. Aku tahu kemungkinan hal itu terjadi sangatlah kecil. Tapi harapanku, kau sudah sangat sehat saat ini.

Ya? Kau menanyakan tentang kabarku saat ini? Ah, kau masih saja perhatian padaku. Padahal secara tak langsung, akulah yang menoreh luka di tempatmu 4 tahun yang lalu. Sungguh aku terharu mendengar pertanyaanmu barusan.

Terimakasih atas perhatianmu. Seperti yang kau lihat, aku terlihat baik-baik saja kan? Atau jangan-jangan kau menangkap sinyal tidak baik dariku ya? Hehe. Tenang saja, aku pasti akan baik-baik saja. Selama kau membaik, aku pasti akan baik juga.

Kalau kuperhatikan, kau sedang bersamaΒ sosok yang baru. Tidak, aku tidak akan memberikan seribu jurus atau ilmu yang membuatmu tidak akan patah lagi. Aku bukan peramal, bukan juga orang sakti. Aku hanya seorang manusia pendoa. Aku hanya mampu membantumu melewati setiap hari melalui doa yang sederhana.

Kalau kau juga ingat, aku berjanji akan memberikan genggaman erat tanganku untukmu, jika kau sudah sembuh sempurna. Aku pastikan hari itu akan datang.

Cukuplah dua hal dariku, sebaris doa dan segenggam kehangatan.

Kali ini, aku mohon padamu. Surat yang lalu boleh saja kau hempas, tapi untuk surat yang ini, tolonglah kau simpan dengan baik. Suatu saat kau pasti butuh untuk membacanya lagi. Aku mohon ya~

Peluk erat,
Pemilikmu.

Tagged:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

Jenny Jusuf

In Between...

aMrazing

How I Become Immortal

Carousel Of Memories

A Blog By Rahne Putri

Nauval Yazid & His Words.

Obviously written by the owner of the words, Nauval Yazid. Ask me how to pronounce the name.

Lembar Hidup

..you are reading what matters to me.

NoComplaintWeek

Project "NoComplaintWeek": 7 hari tidak mengeluh. Di sini tempat berbagi semua yang berpartisipasi :)

%d bloggers like this: