Memori di malam hari

Kepada Satu Nama.

Aku kembali teringat tentangmu malam ini. Kebiasaanku yang satu ini sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Mengingatmu sudah menjadi rutinitas spesialisku.

Ingatanku malam ini melambung pada kala pertama kita bertengkar hebat. Kala itu, kau merasakan kecewa yang mendalam atas perkataanku. Sementara aku berusaha memberi klarifikasi atas rasa kecewamu.

Kala itu adalah kala pertama kau dan aku menangis bersama-sama. Kau menangis karena aku. Aku menangis karena kau.

Bukan, Sayang. Aku bukan menangis karena kau. Aku menangis karena kebodohanku sendiri. Aku menangis karena aku kecewa padaku.

Aku juga ingat pertengkaran kita saat itu diakhiri dengan airmata yang kembali jatuh. Aku, dengan kebodohanku, meminta maaf darimu. Kau, dengan kesedihanmu, menerima sekaligus meminta maaf juga dariku.

Airmataku (kembali) jatuh.

Ya, Sayang. Aku menangis karena kau. Aku menangis karena hatimu yang (sungguh) selembut helai sutera. Hanya airmata yang berbunyi saat itu.

Entah baik atau tidak, aku akan selalu ingat hari itu. Hari dimana pertama kali kita bertengkar sampai menitikkan airmata. Aku akan mematrinya di dalam ingatanku. Dengan begitu, aku sudah berpengalaman jika ada kala berikutnya.

Mungkin kau (benar-benar) sudah melupakan momen ini. Atau mungkin kau tidak mau mengingat momen jelek itu lagi. Tapi untukku, aku kembali menerima pelajaran berharga. Pelajaran bahwa rasa kecewamu adalah sesuatu yang berharga bagiku. Bahwa aku tidak akan mengecewakanmu lagi.

Aku kembali teringat tentangmu malam ini. Sudahlah, Sayang. Cukuplah dengan aku mengingat tentangmu. Tak perlu kau balas dengan mengingat tentangku. Simpan saja namaku dalam setiap patah kata di doamu.

Tagged:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

Jenny Jusuf

In Between...

aMrazing

How I Become Immortal

Carousel Of Memories

A Blog By Rahne Putri

Nauval Yazid & His Words.

Obviously written by the owner of the words, Nauval Yazid. Ask me how to pronounce the name.

Lembar Hidup

..you are reading what matters to me.

NoComplaintWeek

Project "NoComplaintWeek": 7 hari tidak mengeluh. Di sini tempat berbagi semua yang berpartisipasi :)

%d bloggers like this: