First letter to my future man

To my future man.

Hey baby. I think i have found you. I think it’s you who will be the man of my future. I just want to assure you that he is you. I know until today you’re still unsure that I’m sure about this.

I have found you. You, who have the exact name. You, who have the exact figure. You, who have the real face and smile. I have found you. The man who will hold me until the day I die. The man who will hold my hand until my very last breath.

I know it’s still too early to say this. But I just want to convince you that I have put my faith in you since a very long time ago. I know that every single day you are still making efforts to convince me. But you just have no idea how easily it takes to convince me about you and I. The idea of us being together. For the rest of our lives.

It’s only a month since our first talk. But I finally took the gut out of myself for saying this to you. I pull out my nerve just to tell you that I want to live the rest of my life with you. Only you alone. I can never imagine to have someone else other than you. Other than your face. Other than your smile. Other than your warm embrace and kiss.

You once asked me who I really am. You wanted to know me deeper than ever. In this post, I will share you every things I know about myself.

Mungkin,
Saya bukan wanita yang selalu bisa membuat kamu tersenyum.
Saya juga bukan wanita yang selalu bisa membuat kamu tertawa lepas.
Saya hanya seorang wanita biasa, yang selalu berusaha supaya kamu melihat bahwa ada seseorang yang selalu memuja dan menghargai keberadaan kamu di atas bumi.
Saya hanya seorang wanita biasa, yang selalu berusaha menerima semua kekesalanmu.
kekecewaanmu.
kelemahanmu.
Saya hanya wanita yang biasa saja.
Wanita yang terbiasa kesal terhadap segala sesuatu.
Wanita yang terbiasa bosan terhadap segala sesuatu.
Wanita yang terbiasa kaku terhadap segala sesuatu.
Wanita yang sungguh biasa saja.

Saya juga memiliki banyak kekurangan.
Saya terlalu sering menyendiri di ruang gelap lalu tiba-tiba menangis.
Saya terlalu sering menyalahkan diri sendiri karena tingkah laku yang sepele.
Saya terlalu sering menerima kesalahan orang lain dan memaafkannya.
Saya terlalu sering dibodohi karena terlalu polos.
Saya terlalu sering marah pada keadaan yang saya buat sendiri.

Keburukan saya yang lain yang mungkin kamu sudah hapal.
Saya wanita yang galak, judes, pemarah, tidak sensitif, mudah tersinggung, temperamental dan tidak sabaran.
Saya wanita yang suka menyindir, bermulut pedas, sering protes, banyak komentar dan susah diajak kompromi.
Saya wanita yang kaku, introvert, susah serius, terlalu banyak bercanda dan penyimpan kenangan buruk.
Ya benar, saya wanita yang lebih banyak kurangnya dibandingkan lebihnya.

Saya hanya punya modal sedikit sekali untuk bisa bersama kamu.
Modal saya hanyalah cinta, kepercayaan dan ketulusan. Ya, saya paling menjunjung ketulusan.
Oh satu lagi. saya sedang belajar ilmu ikhlas. Ilmu yang seumur hidup akan saya pelajari sampai saya kembali ke Pencipta. Karena ilmu ini tidak pernah saya dapatkan dari jenjang sekolah tertinggi sekalipun, jadi harus saya pelajari sampai akhir hayat saya.

Mungkin banyak pertanyaan yang muncul di kepala kamu, lelakiku.
Tapi saya selalu siap sedia untuk mendengarkan semua pertanyaan dan komentar darimu baik itu yang membangun atau yang mengkritisi.

Satu hal lagi, yang paling terakhir dari tulisan ini.
Saya tidak bisa berjanji untuk menjadi wanita yang sempurna yang berdiri di sisimu.
Saya hanya bisa berusaha dan membuktikannya secara langsung, setiap hari, supaya kamu akhirnya yakin atas segala kesungguhan saya. Untuk selalu bersama kamu.

I know sometimes I don’t deserve the word I LOVE YOU from your lips.
But please baby, let me prove myself that I’m able to show you how much the word I LOVE YOU means from my own lips.
And if some other day, I suddenly stop saying it to you, just remember that my ACTION in AFFECTION speaks LOUDER than WORDS.

I love you, my future man. I always do.
And let me remind you this. That my prayer for us being together always flows out from my heart to the heaven above. So God knows how much I hope to be with you until the end of time.

Tagged:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

Jenny Jusuf

In Between...

aMrazing

How I Become Immortal

Carousel Of Memories

A Blog By Rahne Putri

Nauval Yazid & His Words.

Obviously written by the owner of the words, Nauval Yazid. Ask me how to pronounce the name.

Lembar Hidup

..you are reading what matters to me.

NoComplaintWeek

Project "NoComplaintWeek": 7 hari tidak mengeluh. Di sini tempat berbagi semua yang berpartisipasi :)

%d bloggers like this: